STONE – “SUFFER” dan Lahirnya Perlawanan Baru dari Surabaya

Di tengah stagnasi musik keras yang semakin banyak dihiasi oleh teknikalitas berlebihan dan estetika instan, hadir sebuah teriakan dari bawah tanah Surabaya: STONE, unit metallic hardcore yang lahir pada Oktober 2024, hadir bukan sekadar sebagai band—mereka adalah bentuk perlawanan.

Frustrasi yang Dibentuk Jadi Nada

STONE terdiri dari Alfi (vokal), Andre (gitar), Iqbal (gitar), Tora (bass), Yeskiel (drum) dan Sakti (additional bass). Kombinasi ini melahirkan suara yang brutal, penuh luka, dan tanpa kompromi. Mereka terinspirasi oleh nama-nama besar seperti Kickback, Terror, Dying Fetus, dan Cold as Life, tapi mereka tidak berhenti di sana—mereka membawa kemarahan itu ke arah yang lebih personal.

STONE bukan musik untuk semua orang. Ini bukan tentang menyenangkan, tapi tentang menyuarakan realitas yang keras dan pahit. Mereka menyebut karya mereka sebagai “reruntuhan frustrasi” dan itu terasa jelas dalam setiap riff dan teriakan.

EP “SUFFER”: Kembali ke Akar

Pada 25 Januari 2025, STONE merilis EP debut berjudul “SUFFER”, berisi lima trek:

  • Taring Besi

  • Fear of the Wolves

  • Immortal

  • Merakit Api

  • Suffer

Judul “Suffer” menjadi pusat dari EP ini, bukan hanya secara musikal, tapi juga secara emosional. Di tengah kecenderungan banyak band untuk menonjolkan keterampilan teknis, STONE justru memilih jalan keras yang lebih jujur: HARDCORE dalam bentuk paling mentah dan penuh amarah. Ini bukan hanya musik, tapi juga bentuk keberanian untuk bersuara—keras, jujur, dan penuh luka.

Live Energy: Bukan Sekadar Proyek Studio

Perayaan rilis EP ini digelar pada 15 Februari 2025 di Colors Pub, Surabaya. Dengan crowd yang padat dan panggung yang memanas, STONE membuktikan bahwa energi mereka bukan hanya terekam di studio—mereka adalah kekuatan panggung yang tidak bisa diabaikan.

WEEKEND NOT WASTED: Tur Lantai Gigs Jawa Timur

Tak berhenti di rilis party, STONE melanjutkan langkahnya dengan tur bertajuk “Weekend Not Wasted”, yang digelar setiap akhir pekan dari 12 April hingga 3 Mei 2025. Mereka menyambangi kota-kota seperti Jombang, Probolinggo, Banyuwangi, Bojonegoro, dan Malang—membawa mosh, singalong, dan semangat tanpa batas ke panggung-panggung lokal.

Satu Kalimat Penutup: STONE adalah Ledakan yang Tak Bisa Dibungkam

Dengan “SUFFER”, STONE membawa angin segar yang beraroma darah dan peluh ke dalam lanskap musik keras Indonesia. Mereka bukan pencari panggung besar, tapi pembakar semangat lantai gigs. Untukmu yang haus akan sesuatu yang mentah, jujur, dan brutal—EP ini layak jadi amunisi baru di playlist-mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *